Tujuan Dr. Basuki dan Dr. Eko menulis tulisan di atas adalah untuk meluruskan apa yang telah diberitakan oleh media di Indonesia yang menyebut Dr. Khoirul sebagai penemu 4G LTE. Penulis berpendapat bahwa ada kesalahan pahaman pada wartawan pada beberapa media di Indonesia yang menyebutkan bahwa penemu 4G LTE adalah seorang ilmuwan dari Indonesia. Kesalahan tersebut terus berlanjut hingga forum 3GPP berlangsung, ada sebuah candaan bahwa seorang ilmuwan Indonesia adalah penemu dari 4G. Namun, orang yang bersangkutan tidak diketahui eksistensinya sebagai seorang penemu teknologi 4G. Dan secara tidak langsung, candaan tersebut telah merendahkan martabat bangsa Indonesia di bidang telekomunikasi dunia. Dari situlah, Dr. Basuki dan Dr. Eko mencoba meluruskan menegenai penemu 4G dan menyinggung yang bersangkutan. Namun, di sisi lain terdapat sedikit arogansi penulis pada tulisan “ Sepanjang kariernya telah menghasilkan puluhan patent berkaitan dengan aspek implementasi dan spesifikasi LTE...
Penerapan 4G di Indonesia tidak berjalan dengan baik karena ada beberapa kendala yang dihadapi phak provider untuk menerapkan teknologi ini di Indonesia. Untuk melakukan proses migrasi dari 3G ke 4G dibutuhkan investasi yang tidak sedikit di bidang infrastruktur. Sehingga pembangunan infrastruktur baru di pusatkan di kota-kota bsear yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Karena teknologi 4G memang diciptakan untuk daerah padat penduduk yang membutuhkan koneksi internet cepat. Dalam proses migrasi tersebut terdapat beberapa kendala yang dihadapi pihak provider. Kendala yang dihadapi adalah penggunaan frekuensi yang akan digunakan untuk 4G. Pemerintah belum menetapkan frekuensi untuk 4G. Selanjutnya, perangkat 4G yang belum banyak dijual di Indonesia dengan harga yang terjangkau. Kondisi ekonomi Indonesia yang belum baik menentukan daya beli masayrakat dalam memilih perangkat elektronik. Banyaknya jumlah pengguna GSM dan 3G daripada potensi pengguna 4G menjadi pertimbangan la...